Connect with us

Pengertian Sultans Grond

Sultans Grond

Pengertian Sultans Grond

Pengertian Sultans Grond Pengertian sultan grond dibagi menjadi dua kelompok yaitu:

a. Tanah yang termasuk dalam “sultanaat grond” yaitu kelompok tanah yang kedudukannya merupakan pendukung bagi keberadaan kasultanan. Tanah – tanah ini masih dibedakan menjadi dua kelompok lagi yaitu:

  1. Kroon Sultanaat Grond Yaitu tanah-tanah yang menjadi pendukung langsung dari Kraton seperti alun-alun, tamansari, pemakaman, pesanggrahan dan kepatihan.
  2. Rijks Sultanaat Grond Yaitu tanah-tanah yang menjadi wilayah dari keraton yang digunakan oleh masyarakat untuk ngindung atau disewakan kepada perusahaan-perusahaan tertentu.

b. Tanah-tanah yang termasuk dalam Sultan Grond yang kelompok tanah yang dimiliki secara pribadi oleh sultan dan keluarganya.

(Nur Hasan Ismail, 2003: 71)

Kedudukan sultans grond ini tidak lepas dari struktur Kerajaan Jawa. Konsep Kerajaan Jawa yaitu suatu lingkaran konsentris yang mengelilingi Sultan sebagai pusat. Sultan adalah sumber satu-satunya dari segenap kekuatan dan kekuasaan serta sultan adalah pemilik segala sesuatu di dalam kerajaan dan arena itu dia diidentikan dengan kerajaan. Kehormatan prestise, keadilan dan kekuasaan, kebijaksanaan dan kemakmuran terletak padanya, tetapi harus ada suatu sistem yang teratur untuk menyalurkan semua kebajikan ini kepada masyarakat dan sistem ini dengan sendirinya harus sesuai dengan struktur masyarakat. Sistem ini adalah kerajaan dan ia perlu diatur sedemikian rupa supaya terdapat dukungan resmi yang penuh atas status dan kekuasaan mutlaknya (Selo Soemardjan, 1991:29).

Dalam perkembangannya tanah Kraton baik sultanaat grond (tanah milik pemerintahan sultan) maupun sultans grond (tanah sultan) menjadi hak atas tanah yang bermacam-macam sesuai dengan perkembangan politik pertanahan Keraton Yogyakarta. Penggunaan istilah sultanaat grond maupun sultans grond berdasarkan Surat Gubernur Kepala Daerah Istimewa Yogyakarta Nomor K1/I.5/849/80 tanggal 24 Maret 1980 perihal Permohonan Status Tanah SG oleh Pengageng Kawedanan Hageng Punokawan Wahono Sarto Kriyo Karaton Ngayogyakarta: tanah kasultanan keberadaannya diperkuat dan dipertegas sebagai hak milik bahkan tidak dipermasalahkan pengertian tentang tanah milik sultan (sultan grond) maupun milik pemerintahan kasultanan (sultanaat grond) (Athanasia Dian Santi,2011:60)

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

More in Sultans Grond

To Top